
PemurahMonday, 30 September 2013 • 03:40 • 0 comments Mahu di benci,tapi siksa diri, bukannya boleh di bawa mati, malah punah hati. Maka aku titipkan pesan. Sabarlah wahai jasad, segala majal ini sementara saja, relakan dia, jangan di pendam lama lama. Ya,hati aku masih sakit, masih sedih, siksanya pekat, likat. Tidak apalah, aku juga ada cacat celanya, jadi aku belajar memaafkan, aku juga dahaga kasih sayang Tuhan, jadi nista yang terpalit, yang di simbah oleh manusia lain, aku biarkan jatuh, dari tercurah ke kepala, sehingga terjatuh di lantai bumi. Tabahlah, usai sedih, Dia masih melindungi, jadi aku maafkan saja, harap aku juga di ampunkan. Mahu di sayang kalian, mahu di sayang Tuhan, tapi lokek untuk memaafkan, manakan bisa, kan? Jadi untuk bahagian ini, aku selingkuh kepada syaitan, menjadi pemurah, untuk segala permaafan.
|
This owner ♥
Thank for coming
WelcomeChatting here ♥
Sweet 16
Awesome people ♥
Thank for following me
Credits ♥
Don't ever remove the credit
Template:Izyanyancinnamon Other help:B L O G S K I N Best View:Google Mozilla Owner blog: Your Name Remember!!dont remove this section!! |